Aplikasi trading saham bermunculan secara cepat akhir-akhir inim kita bisa trading saham mulai dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Beberapa aplikasi trading saham yang terkenal di indonesia antara lain stockbit dan bibit.id.
Jika kamu sudah punya akun trading saham dan trading lainnya tentunya kamu harus belajar juga tentang cara diversifikasi investasi kamu. Kenapa sih harus diverisfikasi ketika investasi? Tujuannya adalah meminimalisir resiko. Bagaimanapun investasi mempunyai resiko tersendiri, mulai dari resiko tinggi, menegah dan rendah.
Di artikel ini saya akan membahas cara cara diversifikasi saham yang bisa anda lakukan untuk memaksimalkan profit maupun meminimalisir resiko untuk investasi anda.
Diversifikasi berdasarkan sektor
Ada 9 sektor industri yang tercatat di BEI yaitu
- Pertanian
- Pertambangan
- Industri dasar dan kimia
- Aneka Industri
- Barang Konsumsi
- Real estate, Properti dan Konstuksi
- Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi
- Keuangan
- Perdagangan, Jasa dan Investasi
Masing-masing sektor yang disebut di atas mempunyai kelemahan dan keunggulan sendiri-sendiri.
Sebagai contoh sektor real estate dan barang konsumsi mencatatkan penurunan kinerja selama era pandemi COVID19. Sedangkan sektor pertambangan meskipun merosot tajam pada awal pandemi COVID19, mencatatkan rekor pertumbuhan. Hal ini juga disebabkan oleh naiknya komoditas yang berkaitan dengan energi tidak terbarukan. Diversifikasi ini juga berkaitan dengan siklus ekonomi yang ada di dalam negeri
Pelajari beberapa kondisi dan kebijakan ekonomi di Indonesia dan pengaruhnya terhadap sektor-sektor yang disebut di atas agar diversifikasi ini menghasilkan imbal balik yang sesuai
Diversifikasi berdasarkan kualitas dan pertumbuhan
Setiap sektor mempunyai jagoan masing-masing. Saham yang menguasai Market cap suatu sektor lazimnya disebut Saham Blue Chip. Saham ini adalah tipe saham yang paling stabil di segala kondisi ekonomi. Saham Blue Chip biasanya sangat diminati investor dalam negeri maupun asing.
Kombinasikan portfolio saham anda menggunakan blue chip dan growth stock. Growth stock bisa anda nilai dengan pertumbuhan value, market cap maupun deviden yield selama beberapa tahun terakhir. Tidak ada rasio benar atau salah dalam diversifikasi ini namun anda harus memperhatikan resiko yang ingin anda ambil. Perbanyak bluechip jika ingin meminimalisir resiko.

0 Komentar