Minggu ini sangat besar untuk forex trading. Empat bank sentral mengumumkan kebijakan suku bunga yang dapat mengubah arah dan lintasan mereka. Semua kebijakan terlihat sudah jelas bahwa mereka akan menaikkan suku bunga. Saya pribadi tidak berpikir bahwakita akan melihat pengumuman yang berbeda dari suku bungayang diharapkan. Semua forex trader harus sangat waspada terhadap volatilitas tinggi yang mungkin kita alami minggu ini. Pasangan yang bisa menjadi indikator terbaik dalam fx trading adalah EURUSD karena pasangan ini adalah pasangan yang paling sering diperdagangkan di pasar valuta asing. Dalam artikel ini saya akan membahas apa saja yang mingkin anda perhatikan dalam forex trading minggu ini.
Reserve Bank of Australia mengumumkan kenaikan suku bunga dari 1,35% menjadi 1,85% hari ini. Pasar telah memperhitungkan keputusan ini, yang menyebabkan aksi jual tak lama setelah pengumuman. RBA juga menyatakan bahwa mereka memperkirakan core CPI di sekitar 7,75% tahun ini dan mengisyaratkan bahwa ini bukan kenaikan suku bunga terakhir. Sementara ekonomi berkembang dan lapangan kerja tampak kuat, RBA harus menilai core CPI secara akurat atau pertumbuhan ekonomi jangka panjang akan terganggu.
Besok (9/sept) kita akan mendengar laporan kebijakan moneter Bank of England. Analis dan trader akan mencari petunjuk untuk kebijakan selanjutnya yang akan diambil BOE pada November. Poundsterling Inggris relatif kuat jika dibandingkan dengan euro dari awal pekan ini. Sementara GBPUSD mengalami rejection ketika mencapai level terendah yang sama dari awal pandemi. Akankah Perdana Menteri baru membawa pengaruh positif masih harus dilihat.
Bank of Canada (BoC) juga akan mengumumkan pernyataan suku bunganya pada hari yang sama. Dewan Komisaris diperkirakan akan menaikkan suku bunga dari 2,50 bps menjadi 3,50 bps. Hal ini akan terus memberikan tekanan pada industri Kanada, karena importir terbesar negara itu, Amerika Serikat, sedang berusaha untuk mengurangi permintaannya. PDB Kanada meningkat di Q2 dan data unemployment terakhir keluar dengan sangat kuat. Menurut pendapat saya, Bank Sentral Kanada akan mengikuti jejak The Fed dan menaikkan suku bunga secara agresif untuk menurunkan harga dan permintaan. Namun, sebagai pengekspor minyak, Kanada harus sangat berhati-hati tentang bagaimana suku bunga yang agresif dapat lebih lanjut merusak pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Dolar Kanada sangat perkasa sepanjang era pandemi terhadap EUR dan GBP, jika harga minyak mulai turun kita mungkin melihat tren yang berbeda dari CAD.
Selanjutnya,kita akan melihat kebijakan Bank Sentral Eropa. Euro telah berkinerja buruk sepanjang tahun. Perang dan inflasi memperburuk keadaan. Sangat jelas bahwa ECB harus mengambil tindakan sesegera mungkin dan seketat mungkin. EUR ke USD diperdagangkan di bawah tingkat parity atau dibawah 1. ECB dulu dikenal sebagai bank sentral yang dovish, tetapi minggu ini saya ragu ini akan terjadi. Apakah ini bisa meningkatkan nilai euro masih harus dilihat. Prospek jangka menengah sejauh ini tidak terlihat baik, terutama di sektor industri yang merupakan salah satu tulang punggung ekonomi zona euro. Pertanyaan yang lebih besar untuk pasar adalah di mana "tingkat terminal"—titik di mana tingkat suku bunga di puncak zona euro—berada. Peluangnya saat ini sekitar 1,75%, yang jauh lebih rendah daripada di mana suku bunga kebijakan Bank of England diperkirakan akan mencapai tinggi. Namun jangan salah, ECB akan menghadapi risiko menaikkan suku bunga di tengah resesi seperti halnya Bank of England.

0 Komentar