Yen terus terdepresiasi terhadap US Dollar
Alasan utamanya adalah bahwa suku bunga di Amerika Serikat meningkat, sementara suku bunga Jepang tetap rendah, membuat aset berdenominasi dollar lebih menarik bagi investor. Imbal hasil Treasury telah meningkat karena para pedagang bertaruh The Fed dan dollar akan terus menaikkan suku secara agresif, sementara BOJ mempertahankan batas 0,25% pada imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun Jepang. Pemulihan ekonomi Jepang tetap tidak impresif, dan defisit perdagangan yang sedang berlangsung di negara itu juga memberikan tekanan yang sangat besar pada yen. Kurs dollar terhadap yen saat ini berada pada level 143.80 dan sempat menyentuh level 144.92
Haruhiko Kuroda, Gubernur Bank of Japan, berulang kali berargumen bahwa terlalu dini untuk mengakhiri stimulus moneter karena pertempuran berkepanjangan melawan deflasi belum dimenangkan. Target 2% BOJ untuk inflasi telah terlampaui, tetapi bank mempertahankan lintasannya tidak berkelanjutan dan mengantisipasi penurunan inflasi di tahun yang dimulai April 2023. Pertumbuhan upah yang lebih kuat, menurut Kuroda, diperlukan untuk memastikan inflasi yang stabil. Kebijakan ini tentunya sangat menguntungkan forex trader dengan menjual yen, terbukti dari pergerakan USDJPY yang terus melemah sampai saat ini. Tidak hanya terhadap Dollar, Yen juga melemah terhadap rupiah setahun terakhir. Pada saat artikerl ini dibuat yen bernilai sebesar Rp. 103,29
Meskipun begitu Kuroda menyatakan kekhawatirannya atas depresiasi yen yang sangat tajam dan sangat cepat, namun dia menegaskan bahwa BOJ tidak akan mengubah kebijakan ekonominya. Aksi ini diambil dari era Shinzo Abe yang baru saja tewas dalam serangan teror pada pertengahan tahun ini. Bank of Japan terkenal dengan kebijakan ekonomi yang sangat agresif dengan menerapkan suku bunga acuan pada tingkat negatif atau dibawah 0 bps. Kebijakan yang diambil mulai dari Shinzo abe menjadi perdana menteri.
Melemahnya Yen juga menekan produsen dalam negeri jepang karena kenaikan bahan baku impor yang tajam. Mengingat Jepang adalah negara dengan pemasukan dari industri yg masif hal ini bisa menjadi masalah tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kuroda menambahkan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan berpengaruh banyak terhada performa yen di forex market, dan akan menciptakan shock yang lebih besar di pasar domestik.
Yen akan sangat bergantung pada seberapa besar the Fed menaikkan suku bunga. Selama BOJ tetap membatasi imbal hasil obligasi domestik, perbedaan suku bunga antara Jepang dan AS akan melebar karena imbal hasil Treasury meningkat tajam. Selama Bank of Japan masih mengambil kebijakan yang agresif maka yen akan terus menerus melemah. Hal yang sama dilakukan Turki meskippun dengan alasan yang sangat berbeda. Ketika investor telah sepenuhnya menilai kenaikan suku bunga Fed atau AS memasuki resesi, penurunan yen mungkin akan berakhir. Namun hati-hati dengan fakta bahwa mata uang yen sudah Oversold di fx trading market, akan ada koreksi tajam yang bisa datang kapan saja.

0 Komentar